Berkemah bukan sekedar rekreasi di luar ruangan (Out
Door),Tapi memang di masa sekarang ini kadang masyarakat umum menjadikan
aktivitas Berkemah sebagai pilihan terbaik untuk menikmati udara sejuknya alam
bebas, dengan berkemah seseorang seakan bebas menemukan jati dirinya.
Namun dalam kepramukaan berkemah menjadi agenda wajib bagi
para anggotanya untuk memperoleh pengalaman, mengembangkan kemampuan, dan
membina kerjasama. Berkemah dapat melatih kemampuan afektif (sikap), kemampuan
kognitif (berfikir), dan kemampuan psikomotorik (keterampilan). Jadi jika
ketiga kemampuan itu telah berkembang dengan baik, seorang akan mudah
beradaptasi dimanapun mereka berada. Bahkan dalam keadaan darurat sekalipun, ia
tetap mampu bertahan.
Jadi kesimpulanya adalah :
Berkemah adalah salah satu kegiatan pokok Pramuka. Pramuka
tanpa berkemah akan kering dan kehilangan makna. Tidak heran jika anggota
Pramuka (siapapun) yang aktif mengikuti perkemahan, ia akan mempunyai 3
keunggulan yaang tidak dimiliki anggota lain yaitu :
1.Berkemah
akan membuat seseorang peka terhadap alam. Ada harmonisasi antara dirinya dengan alam sekitar sehingga muncul
ketergantungan untuk melestarikannya. Ia akan lebih peka terhadap keseimbangan
alam, bagaiman menjaganya dan bertanggung jawab demi kepentingan generasi yang
akan datang.
2. Berkemah
akan membawa seseorang pada miniatur kehidupan alam yang sebenarnya. Ia
memiliki kemampuan mengatasi segalanya yang ada di depannya. Bahkan dalam
keadaan terdesak sekalipun, ia tetap menemukan cara menjalani dengan kesenangan
dan kesederhanaan.
3.
berkemah membuat seseorang memiliki kesadaran sosial yang tinggi. Ia memiliki
teman utuk saling bekerja sama dan terus menjalani persaudaraan layaknya
saudara kandung.
Berkemah juga mebuat kita terus belajar tiga hal secara
bersamaan, yakni pengetahuan, kemampuan, dan kemauan untuk bertahan hidup.
Kata kata motivasi :D
“Di gunung, kamu akan melihat setiap orang dalam wujud
aslinya. Karakter orang akan tampak jelas, dengan segala kelebihan dan
kekuranganya, dengan segala kebaikan dan keegoisanya, kuat atau tidaknya dia,
mandiri atau manjanya dia, rewel atau tegarnya. Semua akan tampak di gunung”
(Azzura Dayana, 2013’ Mahameru)

0 komentar:
Posting Komentar