• Sejarah tali

          Pada awalnya manusia menggunakan akar-akaran dan serat tanaman sebagai tali. Kemudian manusia mengembangkan tali-tali sederhana tersebut dengan menggunakan beberapa utas serat serta memilinnya agar menyatu. Teknologi pembuatan tali diperkirakan sudah dikenal manusia sejak sekitar 28.000 tahun lampau. Hal ini dibuktikan dengan penemuan bentuk tali yang tercetak pada lempung terbakar yang di temukan di Benua Eropa. Sedangkan tali tertua di temukan di salah satu gua di Lascaux, Perancis, berupa fosil tali berdiameter sekitar 7 milimeter. Fosil tali tersebut diperkirakan berasal dari peradaban manusia yang hidup sekitar 15.000 sebelum Masehi.
          Tali pada zaman dahulu dibuat dari bahan-bahan seperti serat-serat pohon kurma, linen, rerumputan, papyrus, kulit, atau bulu-bulu binatang. Cara membuat tali tersebut sangat sederhana, yaitu serat-serat pohon atau bahan tumbuhan lainnya di keringkan terlebih dahulu, kemudian akan dibasahi terlebih dahulu sebelum dibuat menjadi tali.
          Bangsa yang pertama kali menemukan alat khusus untuk membuat tali, kemungkinan besar adalah bangsa Mesir kuno, pada sekitar 4000 hingga 3500 sebelum Masehi. Mereka menggunakan suatu gelendong (spindle) untuk membantu dalam pembuatan tali. Tali buatan bangsa Mesir dibuat dari serat serat tumbuhan air. Tali merupakan salah satu peralatan utama bangsa Mesir pada saat membangun Piramida. Pada masa itu batu-batu besar ditarik oleh ribuan pekerja dengan menggunakan tali-temali.

    Gambar
          Sekitar tahun 2800 sebelum Masehi, tali yang terbuat dari rami mulai digunakan di wilayah Cina. Kemudian teknik-teknik pembuatan tali mulai menyebar keseluruh Asia, India, dan Eropa, selama beberapa ribu tahun selanjutnya
          Pada masa abad pertengahan (sekitar abad 13-18 M) bidang pelayaran dan industri di wilayah Eropa sedang berkembang pesat. Kapal kapal memerlukan tali yang panjang sebagai pengait jangkar dan pengikat layar serta penguat tiang layar. Selain itu Industri pertambangan juga memerlukan tali-tali yang panjang dan kuat pula untuk memenuhi kebutuhan alat pendukung alat pengangkutan hasil tambang keluar dari gua-gua pertambangan.
          Leonardo da Vinsi seorang ilmuwan dari Italian, Pernah membuat sketsa konsep mesin pemmbuat tali, namun konsep tersebut tidak pernah dibuat secara nyata karna alasan yang tidak jelas. Kemudian, untuk bisa memenuhi kebutuhan tali yang panjang dan kuat, kemudian muncul metode disebut dengan istilah Ropewalk di negara-negara Eropa terutama Inggris
          Ropewalk merupakan suatu bangunan yang sangat panjang tempat tali-tali dibuat. Karena proses pemelintiran benang tali menjadi untaian benang tali harus di lakukan secara lurus, Maka panjang tali sangat ditentukan oleh panjangnya bangunan bengkel pembuatan tali. Bangunan ropewalk bisa mencapai panjang 350 meter hingga 450 meter. Bahkan bangunan ropewalk di Australia, ada yang memiliki panjang hingga 760 meter.

          
  • 0 komentar:

    Posting Komentar